Minggu, 12 April 2009

Welcome WIMAX Goodbye 3G ?

WIMAX didengung-dengungkan jauh lebih cepat mengantarkan data dibanding 3G. Apakah ini berarti WIMAX bakal mematikan 3G ? Pertanyaan ini sering menggelayuti benak konsumen telekomunikasi.

WIMAX yang lebih cepat dibanding 3G untuk urusan akses data memang tak terbantahkan. Baik teori maupun hasil pengujian dan yang sudah terjadi di luar negeri menunjukkan hal itu. Ketakutan bahwa WIMAX bakal menggusur 3G adalah hal yang wajar terutama bagi operator berlisensi 3G. Bahkan dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya mensinyalir bahwa lambatnya implementasi WIMAX di Indonesia itu salah satunya adalah menunggu 3G balik modal dulu.

Tapi jika dicermati lebih jauh, tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan. Dari berbagai diskusi mengenai WIMAX dan 3G, antara kedua teknologi ini tidak akan saling mematikan, bahkan bias saling mengisi satu sama lain atau komplemen. Dilihat dari sisi teknologi, antara WIMAX dan 3G juga berasal dari dua hal yang berbeda. WIMAX merupakan pengembangan dari Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau awalnya jaringa komputer yang bisa internet. Sementara 3G, merupakan pengembangan dari generasi sebelumnya yaitu 2G di jaringan selular. 3G bisa digunakan untuk akses internet secara mobile dengan ketersediaan perangkat yang sudah banyak. WIMAX dioptimalkan untuk akses internet dalam keadaan diam. Namun tentu saja dalam hal ini diperlukan kepintaran regulator agar kedua teknologi tersebut tidak saling mematikan, tapi saling melengkapi. Dan mungkin juga hal ini merupakan salah satu faktor penyebab lamanya implementasi WIMAX tersebut.

Pernah juga ada yang mengkhawatirkan kehadiran teknologi Long Term Evolution (LTE) sebagai teknologi mobile generasi mendatang yang bakal mengancam perkembangan teknologi WIMAX yang sudah lebih dulu dikenal. Padahal dari sisi desain, LTE dan WIMAX berasal dari market yang berbeda, sehingga keberadaan kedua teknologi ini secara bersamaan tak perlu dikhawatirkan bakal mengancam satu sama lain. Dua teknologi ini juga sudah bisa diakomodasi oleh regulator.
Begitu juga WIMAX, meskipun dari hal interoperabilitas adalah pengembangan dari Wi-Fi, tapi tetap memiliki perbedaan dan tidak saling mematikan. Misalnya, WIMAX menggunakan spektrum berlisensi untuk beroperasi, sementara Wi-Fi tidak memerlukan spektrum berlisensi. Setiap orang atau pihak bisa menyediakan Wi-Fi baik dibuat berbayar atau gratis di area hotspot yang jangkauannya mencapai 100 meter.

Akhirnya, apapun teknologi yang dipakai, terpenting adalah bagaimana bisa mempercepat penetrasi internet, keterjangkauan harga dan mengurangi kesenjangan digital. Semua orang berhak untuk memperoleh informasi meningkatkan produktivitas. Tidak hanya internetnya yang broadband, tapi pertumbuhan ekonominya juga broadband.


Disadur dari Majalah Indonesia TechLife, my tech, my life, my style edisi April 2009 hal.40

0 komentar:

Poskan Komentar